ketika dia berjalan apa aku boleh perhatikan, ketika dia duduk apa aku boleh dekatinya, juga ketika dia bercakap apa aku boleh menegurnya,dan apakah ketika dia menjauh apa aku boleh memanggil namanya, ..hingga suatu saat kelak apa aku boleh memilihnya. kukatakan dengan sangat malu dengan perempuan itu, lalu dengan cepat perempuan itu menggerutu mencubit bahu kecilku..lantas kenapa? dia menangis deras seiring waktu, seolah aku baru saja mencuplik kisah penyesalanya, dari mulutnya bergetar namun sanggup tegas mengingatkanku, " apa kau telah kenal agamanya, apa kau telah kenal hatinya, apa kau telah kenal sifatnya, seberapa jauh kau mengukur kadar tanggung jawabnya , seberapa yakin kau memastikan bahwa dia tidak akan pernah berubah" .dan ketika kau terlanjur memilih, dan ketika semuanya telah telanjur mengikatmu..bagaimana jika dia berubah, bagaimana jika meninggalkan tanggung jawabnya..kau tumpu hidupmu sendiri, itu berat , itu menyakitkan, kakimu akan berdarah, hatimu akan terluka, air matamu akan terus mengalir, dan kaupun seperti tidak sanggup lagi, karena kau seorang perempuan. tolong jangan abaikan itu, sebaik baik kau mengharap adalah mempelajari,. diam dan menunggu..dan sebaik baik menunggu buatlah gunung kekuatan dalam dirimu.. supaya kau kuat, supaya kau punya harga dan supaya kau tak sanggup diremehkan.jadilah putri yang terhormat juga menghormati kelak dalam istana kecilmu. kini ku menggebu memintamu karena kaulah satu dari masa depanku, kaulah satu dari yang kupunya yang masih patut kuperjuangkan, dan kaulah satu dari harapan sinar lilin lilin kecilku..ikutilah perjalanan hidupku yang juga menjadi bagian hidupmu untuk kau renungi, untuk kau jadikan pedoman..berdoalah setiap menjelang malam, agar tuhan menuntunmu..aku perempuan tempat kasih sayangmu, kumohon........,dia mendekap ,
Kamis, 06 Mei 2010
renunganku, perempuan kasih sayangku
Langganan:
Komentar (Atom)
